AyiD

The Real Me

Maukah Anda ke Psikiater?

with 5 comments

psi.jpgMenurut psikiater, bicara itu dapat mengatasi masalah kita – Yang jelas juga banyak membantu mereka. Selama imi banyak yang malu untuk mendatangi psikiater atau ahli penyakit jiwa karena takut disangka gila atau mempunyai saudara yang gila. Alasan itu masuk akal karena bagi sebagian besar pandangan di masyarakat kita beranggapan bahwa psikiater merupakan dokter penyakit jiwa. Celakanya lagi orang beranggapan bahwa sakit jiwa adalah gila (istilahnya di dunia kedokteran adalah psikosis)

Pandangan itu salah besar. Yang benar, seorang psikiater mengemban tugas promosi, prevensi, terapi, dan rehabilitasi. Juga, memikul tugas psikiatri forensik yang berkaitan dengan bidang hukum. Jadi, yang perlu mendapatkan bantuan psikiatri bukan cuma orang sakit jiwa!

Kita yang berjiwa sehat bisa meningkatkan taraf kesehatan jiwa kita (promosi) dengan bantuan seorang psikiater. Dengan taraf kesehatan jiwa lebih tinggi, kita lebih tahan dalam menghadapi stres (ketegangan) sehingga tidak mudah menjadi distres (sakit). Caranya, dengan menjalani latihan mental untuk membiasakan diri menghadapi berbagai hambatan dan tantangan secara bertahap menggunakan metode tertentu.

Psikiater juga perlu dikunjungi untuk mencegah timbulnya gangguan jiwa dalam menghadapi masa penyesuaian diri terhadap perubahan keadaan (prevensi). Umpamanya, perubahan dalam hal pendidikan, tugas, nikah, pindah (tempat tinggal, kerja, atau sekolah), perubahan posisi atau status dalam masyarakat. Bahkan untuk mengetahui sejauh mana kita tepat menduduki suatu jabatan pun sebenarnya dibutuhkan psikiater.

Di luar diri sendiri, kita bisa pula mendatangi psikiater untuk berkonsultasi mengenai orang lain yang menjadi tanggung jawab kita. Misalnya, untuk anggota keluarga, karyawan, anggota organisasi yang kita pimpin, murid atau mahasiswa kita, bahkan pasien bila kita berprofesi sebagai dokter.

Yang pasti, bantuan psikiater dibutuhkan bila kita atau anggota keluarga kita mengalami gangguan atau sakit jiwa (dari yang ringan hingga parah) untuk mendapatkan kesembuhan (terapi). Gangguan jiwa ini dapat terlihat dari kelainan perilaku pasien atau kelainan perilaku organ tubuhnya. Ringan beratnya gangguan jiwa tadi tergantung dari besarnya gangguan keseimbangan pada ketiga unsur jiwa raganya, yaitu perasaan dengan ungkapannya (alat cerna), kemauan dengan tindakannya (alat gerak), dan pikiran dengan pernyataannya (alat nalar).
Tidak ketinggalan, anggota keluarga yang menderita cacat jiwa pun dapat dibawa berkonsultasi agar cacatnya tidak semakin parah dan ketergantungannya pada lingkungan berkurang (rehabilitasi).

Bagaimanapun, kesehatan jiwa merupakan kebutuhan semua orang dari berbagai tingkat usia. Karenanya dikenal psikiatri anak hingga psikogeriatri. Memang, masalah kesehatan jiwa bahkan dapat terjadi sejak sebelum kehamilan (karena, bagaimana kehamilan terjadi, banyak mempengaruhi perkembangan jiwa anak. Misalnya, kehamilan karena “kecelakaan”, tidak diharapkan, atau sangat diharapkan) hingga usia lanjut. Adalah kurang tepat bila ada seseorang berkomentar, “Kasihan, anak masih kecil sudah mendatangi psikiater.”

Selain psikiater, kita juga mengenal psikolog. Kalau psikiater mengurusi kesehatan jiwa, maka psikolog mengurusi bidang lebih luas lagi. Selain kesehatan jiwa, psikolog juga mengurusi kecerdasan, bakat, atau kepribadian seseorang. Dalam bertugas, psikiater didampingi psikolog klinik sebagai mitra kerja.

Berbeda dengan sakit badan, semakin parah sakit jiwa seseorang semakin ia tak menyadari kondisinya yang sakit. Ini terjadi lantaran pemahaman dirinya berkurang. Akibatnya, pasien tidak mau datang berobat dan tidak mau menggunakan obat yang diperlukan. Sebagai orang sehat jiwa, sudah sepatutnya kita membantu orang yang sakit jiwa, bukannya malah melecehkan atau menertawakannya. Bukankah dia sendiri tidak menginginkan keadaan seperti itu? Kita pun tak perlu malu mengunjungi psikiater karena ahli kesehatan jiwa ini tidak cuma untuk orang sakit jiwa tapi juga untuk yang sehat jiwa.

Written by Dardiri

March 26, 2007 at 7:09 PM

Posted in Kesehatan

5 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. dimana saya bisa menemukan psikiater di Jakarta ini?

    Trimakasih.

    andyandy

    September 25, 2008 at 4:24 AM

  2. waduh kalo di jakarta saya gak tau..coz saya tidak berdomisili disana…..

    Dardiri

    October 14, 2008 at 6:42 PM

  3. terima kasih info yang bermanfaat ini. salam kenal

    sobatsehat

    March 16, 2010 at 3:27 PM

  4. dmn saya bisa menemukan psikiater di jakarta ???

    Ncaa Naazira

    January 10, 2011 at 4:42 PM

  5. Please help dimna psijiater yg baguss di jjt???
    mksh….

    rafika

    December 8, 2011 at 9:40 AM


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: