AyiD

The Real Me

NARSIS (Percaya Diri atau Kelainan Jiwa)

with 13 comments

“Saya kan satu-satunya orang yang pantas untuk menduduki jabatan itu, karena sayalah yang paling pintar, dan yang terpenting paling tampan diantara kita semua”. Kata-kata itu pernah dilontarkan seorang teman saya ketika kami sedang berdiskusi untuk mencari sosok pimpinan yang pas untuk organisasi yang baru kami bentuk. Seketika itu juga teman-teman saya yang lain meneriakkan kata “dasar narsis”.

Apakah sebenarnya narsis itu?

Menurut Spencer A Rathus dan Jeffrey S Nevid dalam bukunya, Abnormal Psychology (2000), orang yang narcissistic memandang dirinya dengan cara yang berlebihan. Mereka senang sekali menyombongkan dirinya dan berharap orang lain memberikan pujian.

Gawatnya, narsis itu gampang menyerang remaja! Sebab, remaja cenderung menjadi sangat self conscious alias perhatian banget sama diri sendiri. Kalau kecenderungan ini makin gawat, muncul imaginary audience dalam pikiran kita. Kata David Elkind, dalam buku Human Development (Diane Papalia dan Sally Olds-1998), imaginary audience berarti adanya pikiran kalau semua orang itu memerhatikan kita. Contohnya, banyak di antara kita yang merasa jerawat kecil yang muncul tiba-tiba itu bakal jadi perhatian semua orang. Ini juga yang diakui oleh Sisi. “Aku habis bangun tidur enggak bisa keluar kamar kalau enggak merapikan dandanan dulu. Paling cepat satu jam, deh. Aku paling takut orang-orang melihat aku lecek. Habis, nanti diomongin, lagi!”.

Mitchell JJ dalam bukunya, The Natural Limitations of Youth, bilang ada lima penyebab kemunculan narsis pada remaja, yaitu adanya kecenderungan mengharapkan perlakuan khusus, kurang bisa berempati sama orang lain, sulit memberikan kasih sayang, belum punya kontrol moral yang kuat, dan kurang rasional. Kedua aspek terakhir inilah yang paling kuat memicu narsisme yang berefek gawat.

Sebenarnya tiap orang punya kecenderungan narsis. Tapi, kadarnya itulah yang berbeda-beda. “Narsis sudah menjadi gangguan kepribadian kalau sudah mengganggu kehidupan kita sehari-hari,”kata seorang psikolog.

Ada beberapa tanda narsis dari Diagnostics and Statistics Manual, Fourth Edition- Text Revision (2000) yang harus kita waspadai untuk tahu apakah kita mengidap narsis atau tidak. Orang narsis merasa dirinya sangat penting dan ingin sekali dikenal oleh orang lain karena kelebihannya. Pengidap narsis juga yakin kalau dirinya unik dan istimewa. Pokoknya tidak ada yang bisa menyamai dirinya. Sisi sering dianggap teman- temannya suka memuji-muji diri sendiri. Gejala lain, mereka selalu ingin dipuji dan diperhatikan. Mereka kurang sensitif terhadap kebutuhan orang lain karena yang ada dalam pikirannya cuma diri sendiri. Ditambah lagi, adanya rasa percaya orang lain itu berpikiran sama dengan dirinya. Orang narsis juga sensitif sekali kalau dikritik. Kritikan kecil bisa berarti sangat besar buat mereka.

Mencintai diri sendiri adalah suatu keharusan. Kalau ini tidak dilakukan, bagaimana kita bisa PD? Tapi kalau berlebih juga tidak sehat karena ujungnya kita bisa narsis. Terus, apa batasannya PD yang masih sehat?

Goleman dalam Abnormal Psychology (Rathus dan Nevid-2000) menjelaskan perbedaan PD yang normal dan narsisme yang membahayakan. Kita yang PD menghargai pujian, tetapi tidak menganggap itu sebagai keharusan demi menjaga self esteem. PD sehat juga tercermin dari keterbukaan terhadap kritik dan hanya mengalami kekecewaan yang sebentar kalau dikritik. Meskipun enggak dapat perlakuan istimewa, orang yang PD tetap fine dan tidak kecewa seperti orang narsis. Kadar PD kita juga sehat ketika kita masih bisa mengerti dan sensitif pada perasaan orang lain.

Ada cara menjaga PD supaya tidak jadi narsis, yaitu, “Mendengarkan kritik dari orang lain. Cara terbaik, bercermin ke orang lain. Kalau punya sahabat dan kita yakin sahabat itu akan kasih pendapat yang sangat netral dan tidak bias, kita bisa nanya, sebenarnya aku gimana, kekuranganku apa, kelebihanku apa?” saran Bu Yati. Dari sini kita bisa tahu kualitas apa yang ada di diri kita. Sadari juga kalau tidak ada manusia yang tidak punya kekurangan. Kekurangan itu pun tidak usah bikin remaja jadi down, seperti yang biasa dialami para narsis. Kita justru cari jalan lain untuk menggantinya. Misal, ikut les lukis kalau ternyata tidak berbakat di bidang jurnalistik. Orang yang benar-benar PD tidak perlu memamerkan semua kelebihannya. Dia tahu kualitas dirinya dan tidak bergantung kepada orang lain agar merasa nyaman. Sebaliknya, orang narsis justru butuh pengakuan orang lain demi menggenjot rasa PD-nya. Inilah rahasia terbesar orang narsis. Jauh dalam hati mereka, tersimpan sebuah jiwa yang sangat rapuh dan mereka menutupinya dengan menekankan betapa hebatnya mereka yang terbukti dari banyaknya pujian dari orang lain. Seperti tokoh ibu tiri Putri Salju yang selalu bertanya pada kaca ajaibnya, “Mirror… mirror on the wall. Who’s the fairest of them all?

Written by Dardiri

March 4, 2007 at 11:27 PM

Posted in Gaya Hidup

13 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. “Saya kan satu-satunya orang yang pantas untuk menduduki jabatan itu, karena sayalah yang paling pintar, dan yang terpenting paling tampan diantara kita semua”. Kata-kata itu pernah dilontarkan seorang teman saya ketika kami sedang berdiskusi untuk mencari sosok pimpinan yang pas untuk organisasi yang baru kami bentuk. Seketika itu juga teman-teman saya yang lain meneriakkan kata “dasar narsis”.

    iki kata-katane sopo?
    asli po digawe-gawe?

    luthor

    March 7, 2007 at 9:40 PM

  2. lho mas Luthor kenapa? apa merasa tersindir?

    Dardiri

    March 8, 2007 at 11:03 AM

  3. Urusan mu….luthor meh dadi presiden kek, mo dadi gigolo kek, mo dadi bencong kek, ga masalah. seng penting, narsisme nya harus tetap dipertahankan.
    tinggal sedikit mahluk narsis di dunia ini patut dilestarikan. !!

    Mz Fer

    March 9, 2007 at 9:53 AM

  4. saya cuma nanya? kata-kata di atas tu asli pa dimodifikasi????….
    kalau asli ya bagus……. saya dukung…
    pi kalau gak asli berarti anda melakukan kebohongan publik.
    sekali lagi yang namanya kebohongan tetap nggak baik….
    ingat yach…. jangan seperti itu lagi…
    bapak ndak suka…

    preside

    March 10, 2007 at 5:25 PM

  5. Setelah merenungkan tulisan diatas, saya memberanikan diri untuk menyusun sebuah hipotesis. Ada dua tipe orang narsis; yang pertama adalah orang yang menjadi narsis karena merasa over pede akan kelebihannya; sedangkan yang kedua menjadi narsis karena tidak ada orang lain yang sudi memberikan pujian untuknya, sehingga akhirnya dia menjadi terbiasa memuji dirinya sendiri (lha wong kalo gak gitu gak ada yang memuji je..). Kalau yang tipe pertama contohnya banyak, kalau yang kedua agak jarang -bahkan hampir punah-, tapi kayaknya saya punya teman yang seperti itu deh. Salam buat Bapak Preside..

    pujangga bermulut pedas

    March 10, 2007 at 7:18 PM

  6. mas…aq minta artikelnya y
    aq ambil sebagai referensi untuk membahas masalah narsis
    masalahnya saat ini sering ku temui orang narsis disekitar ku
    terima kasih info nya

    willmen46

    June 25, 2008 at 2:26 PM

  7. […] hahahaha..tapi banyak jalan menuju roma…ku cari dah dari paman google, referensi na punya bro ayid yang mengatakan : ” orang yang narcissistic memandang dirinya dengan cara yang berlebihan. […]

  8. hihihihi..silahkan

    Dardiri

    July 18, 2008 at 11:59 AM

  9. seperti yang dikatakan mas pujangga untuk narsis pertama perlu sekal di punahkan, namun untuk narsis yang kedua perlu di tingkatkan agar tidk ada manusia yang merasa tidak berguna and gak da lagi yang bakal bunuh diri jadi hidup narsis…….
    bernasis lah sebelum narsis dilarang key…..

    hynata

    November 19, 2008 at 10:00 AM

  10. setubuuuuuuh….eh setujuuuuuuu

    Dardiri

    November 24, 2008 at 9:25 PM

  11. narsis…wah kadang tuh nybelin tapi kadang dibutuhion juga lho…jd it’s depend on own personal
    ha…ha…ha..

    SHEILA FAKHRIA

    January 7, 2009 at 3:20 PM

  12. dibutuhin buat apa???

    menambah kadar rasa percaya diri ya

    Dardiri

    January 8, 2009 at 5:05 PM

  13. dobry poczatek

    Loottevuron

    January 28, 2011 at 12:28 PM


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: