AyiD

The Real Me

Wacana Kewajiban Untuk Memilih

with 2 comments

Diktum Keputusan Ijtima Ulama Komisi Fatwa Tentang Pemilu

Setelah melalui perbincangan hampir sehari penuh dalam rapat Komisi Masail Asasiyah Wathaniyah (Masalah Strategis Kebangsaan), kemudian dikerucutkan dalam Tim Perumus dan diajukan ke sidang pleno Ijtima Ulama, disepakati dan diktum keputusannya sebagai berikut:

  1. Pemilihan umum dalam pandangan Islam adalah upaya untuk memilih pemimpin atau wakil yang memenuhi syarat-syarat ideal bagi terwujudnya cita-cita bersama sesuai dengan aspirasi umat dan kepentingan bangsa.
  2. Memilih pemimpin dalam Islam adalah kewajiban untuk menegakkan imamah dan imarah dalam kehidupan bersama
  3. Imamah dan imarah dalam Islam menghajatkan syarat-syarat sesuai dengan ketentuan agama agar terwujud kemaslahatan dalam masyarakat.
  4. Memilih pemimpin yang beriman dan bertakwa, jujur (siddiq), terpercaya (amanah), aktif dan aspiratif (tabligh), mempunyai kemampuan (fathonah), dan memperjuangkan kepentingan umat Islam hukumnya adalah wajib.
  5. Memilih pemimpin yang tidak memenuhi syarat-syarat sebagaimana disebutkan dalam butir 1 (satu) atau tidak memilih sama sekali padahal ada calon yang memenuhi syarat hukumnya adalah haram.

Read the rest of this entry »

Written by Dardiri

February 4, 2009 at 7:35 PM

Posted in Agama, Politik

Tagged with ,

Being Otogenic

with 2 comments

Selain kepribadian yang menarik, ada dua syarat lagi bagi seorang pria sehingga dia bisa dengan mudah mendapatkan pasangan. Kalau tidak menarik secara fisik dia haruslah mampu secara finansial. Menjadi menarik secara fisik merupakan sebuah berkah yang dibawa sejak lahir. Kelebihan itu bisa dibilang datang begitu saja, dan tinggal bagaimana cara kita merawatnya.
Orang-orang yang secara fisik terlihat menarik (wajah tampan, bodi atletis), dan bisa langsung menarik perhatian wanita di sekitarnya aku masukkan dalam golongan PRIA FOTOGENIC.
Sedangkan kemampuan seorang pria dalam “isi dompetnya” merupakan sebuah hasil kerja keras. Kelebihan ini tidak datang begitu saja. Ada perjuangan lebih untuk mencapainya. Pria-pria yang berkantong tebal, dengan banyak kartu kredit dalam dompetnya, juga yang suka memakai pakaian bermerk dan mengendarai mobil mewah ini aku sebut PRIA OTOGENIC.
Mana yang lebih penting, tampan atau kaya?
Berdasarkan hasil survey yang pernah aku lakukan, hampir 70% wanita lebih memilih pria jelek tapi kaya dibandingkan pria tampan tapi miskin. Wanita mana yang tidak menginginkan kemapanan? Siapa yang tidak mau dibawa jalan-jalan dengan mobil mewah berkeliling kota atau makan malam di restoran berkelas.
Jadi saran saya untuk pria yang tidak merasa dirinya FOTOGENIC, jadilah PRIA OTOGENIC sehingga anda tidak akan kesulitan mencari pasangan.

Written by Dardiri

December 24, 2008 at 7:15 AM

Posted in Others

Ngambek dan Merajuk

with 6 comments

Menjadi tua adalah sebuah kepastian, sedangkan menjadi dewasa mungkin adalah sebuah pilihan. Disadari atau tidak meskipun kita sudah berusaha untuk menjadi orang yang dewasa secara pemikiran, sering tanpa kita sadari sifat anak-anak masih tertinggal dalam diri kita.

Sebuah contoh kasus terjadi baru-baru ini. Diawali dengan sebuah chat, dan rencana untuk jalan-jalan ke sebuah kota sekalian mengunjungi teman disana. Karena masih belum pasti akan bisa berangkat atau tidak aku memberikan sebuah janji yang pasti. Dan chat di hari itu diakhiri dengan sebuah ancaman dari temenku, sebut saja namanya Maya (bukan nama sebenarnya). “Awas kalo maen ke *** gak nemuin aku”.

Sebenarnya aku juga sudah janjian ketemu dengan temanku yang lain di kota itu, Sinung (bukan nama sebenarnya juga lho ya…..), dan M (ini apalagi dijamin bukan nama aslinya). Dengan tujuan awal memang memberikan buku-buku yang pernah aku janjikan pada Sinung, aku pun berangkat ketika siang menjelang sore.

Sesampainya di kota itu, aku langsung menuju rumah Sinung, dan tak lama kemudian M pun datang kesana dengan membawakan sebungkus daging kambing sisa kurban di rumahnya.

Setelah dijamu dengan secangkir teh panas dan sepiring pisang goreng, aku pun meng-sms Maya untuk mengkonfirmasi kehadiranku di kotanya. Lama kutunggu tidak ada balasan.  Tak lama Sinung malah memberitahuku kalo Maya ngambek.

Hmm…kok malah ngambek sih pikirku. Kenapa harus ngambek?

Aku pun sms lagi padanya untuk bertanya apakah dia bisa menemuiku di rumah temannya itu. Dan ternyata dia membalas “Isih nesu jaremu mau ora ning mgl”. Hahahahaha dan aku pun hanya bisa tertawa.

Kenapa sih kebanyakan wanita gampang ngambek atau pun merajuk. Sebuah pertanyaan yang sering terlintas dalam pikiranku ini. Memang seorang wanita cenderung lebih manja daripada seorang lelaki. Seorang wanita juga lebih cenderung untuk meluapkan emosinya dibandingkan logikanya.

Bertambahnya umur seringkali tidak bisa menghilangkan sifat kekanakan dalam diri kita. Apakah hal tersebut berpengaruh pada tingkat kedewasaan berpikir kita? Bisakah kita menjadi completely dewasa? Ataukah memang kita tidak bisa begitu saja menghilangkan sifat kekanak-kanakan dalam diri kita?

Written by Dardiri

December 9, 2008 at 2:43 PM

Posted in Others

Diet Karbohidrat

with 2 comments

Dalam studi termutakhir terhadap orang gemuk dan obesitas, diketahui mereka yang menjalankan diet rendah karbohidrat lebih cepat menurunkan berat badannya dibanding dengan mereka yang melakukan diet rendah lemak.
Setelah melakukan diet rendah karbohidrat selama 12 minggu, para responden berhasil menurunkan bobot tubuhnya sebanyak 4,9 kilogram, sedangkan mereka yang menjalankan diet rendah lemak hanya turun 2,5 kg.
Kemudian program menjaga berat badan tersebut dilanjutkan hingga 24 minggu. Namun tidak didapatkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok diet tersebut.
Meski begitu, menurut Dr. Kevin C.Maki, salah seorang tim peneliti, diet rendah karbohidrat tetap lebih efektif untuk mengurangi lemak dan mengontrol berat badan.
Maki dan timnya meminta para responden untuk mengurangi kadar glycemic dengan cara mengurangi asupan karbohidrat dan banyak mengonsumsi makanan yang indeks glycemic-nya rendah, yakni makanan yang mengandung serat seperti sayuran, kacang dan gandum.
Selama dua minggu pertama para responden diminta tidak mengonsumsi makanan yang memiliki kadar karbohidrat tinggi seperti buah dan makanan yang memiliki zat tepung. Mereka juga diminta menghindari alkhol, tetapi mereka diijinkan untuk makan sebanyak yang dikehendaki.
Sebaliknya responden dalam kelompok diet rendah lemak hanya diijinkan mengonsumsi 500 – 800 kalori per hari, menghindari makanan berlemak dan mengontrol porsi makanannya.
Setelah 12 minggu, para responden dari kelompok diet rendah karbohidrat mengalami penurunan berat yang signifikan dibanding dengan kelompok diet rendah lemak. Setelah 36 minggu, kelompok rendah karbohidrat beratnya berkurang 4,5 kg, sedang kelompok diet lemak berkurang 2,6 kg, tidak terlihat perbedaan mencolok.
Studi lanjutan masih akan dilakukan oleh tim peneliti untuk memastikan apakah mekanisme penurunan tubuh terkait dengan asupan karbohidrat. Selain itu masih dicari pula strategi yang paling tepat untuk mengontrol berat badan dalam jangka panjang.
Bagi yang mau diet silahkan mencoba deh…..

(Sumber: Reuters)

Written by Dardiri

November 27, 2008 at 6:35 PM

Posted in Kesehatan

Tagged with ,

Jarak Menonton Televisi

leave a comment »

Apakah duduk terlalu dekat dengan televisi akan merusak mata anak?
Menurut para ahli tidaklah demikian. Pada kenyataannya, anak-anak dapat fokus dengan jarak dekat secara lebih baik dibandingkan orang dewasa tanpa harus mengalami ketegangan mata. Ini terjadi karena lensa mata, yang berubah fokusnya untuk pandangan jarak dekat dan jarak jauh, cenderung menurun fleksibilitasnya seiring pertambahan usia.
Biasanya, duduk sangat dekat dengan perangkat televisi merupakan kebiasaan yang disingkirkan anak-anak. Tetapi duduk sangat dekat dengan layar TV agar mendapatkan kesan gambar yang lebih jelas, mungkin gejala rabun jauh. Dan anak-anak yang selalu berbuat begitu sebaiknya diuji matanya apakah menderita miopia atau tidak.
Menurut para ahli mata, peringatan orang tua tradisional tentang hal-hal yang merusak mata hanya sebagian yang valid. Sebagai contoh, membaca dengan lampu redup dapat melelahkan mata, tetapi tidak merusak mata.
Mata penat adalah resiko dari aktivitas membaca dengan lampu redup atau memakai komputer untuk jangka waktu yang lama. Tetapi kondisi ini dapat dikembalikan dan dapat dicegah dengan mengukur secara sadar seperti lensa-lensa korektif secara akurat ditentukan untuk jarak dmana lensa tersebut akan digunakan, dan sering-sering mengedipkan mata untuk membasahi mata yang kering. Secara teratur mengalihkan tatapan ke seberang ruangan sangat dianjurkan, karena menatap objek-objek jauh biasanya memulihkan mata yang tegang.
Jika pandangan kabur atau mata cepat lelah, sudah tiba waktunya anda pergi ke ahli mata untuk memeriksakan mata anda.

The New York Times Second Book of Science Questions and Answers

Written by Dardiri

September 19, 2008 at 12:52 PM

Posted in Others

Apa Maknanya

with 6 comments

Sabtu malem kemaren nonton Wall-e…..

Ada beberapa hal yang melintas di pikiranku, pertama kenapa robot itu dinamakan Wall-e, kemudian manusia yang sudah sangat memerlukan mesin untuk melakukan aktivitasnya mulai bangun tidur, makan sampai tidur lagi, tapi ada sesuatu yang janggal, kalau mereka bahkan tidak tahu lingkungannya seperti apa dan mereka bahkan hampir tidak pernah meninggalkan kursi mereka, kenapa ada anak anak disitu. Bagaimana mereka lahir? Bagaimana orang tuanya mebuatnya kalau untuk bergerak saja mereka kesulitan…dan banyak pertanyaan yang pada akhirnya membuatku berpikir

“Seandainya Adam dan Hawa tidak melanggar larangan Tuhan, akankah kita tetap di surga? Atau memang takdir akan tetap membawa kita ke dunia?”

“Kalau Tuhan memang menciptakan sesuatu dengan fungsinya masing-masing kemudian apakah fungsi dari manusia dan setan?”

Dan masih banyak lagi pertanyaan yang melintas dalam pikiranku, yang semuanya berujung pada sebuah pertanyaan sederhana

“Untuk apa sebenarnya kita hidup?”

Written by Dardiri

August 17, 2008 at 4:32 PM

Posted in Diary, Lain-lain

Scoring Test

with 3 comments

How to Score the Test

First, add the number of A, B and C responses and use the following table to arrive at your final result.

For Males

Number of A’s x 10 points =

Number of B’s x 5 points =

Number of C’s x -5 points =

Total points =

For Females

Number of A’s x 15 points =

Number of B’s x 5 points =

Number of C’s x -5 points =

Total points =

For any questions where the answers didn’t accurately reflect your life or you left them blank, award yourself five points.

Analisa Hasil Tes

Pada umumnya pria akan memperoleh nilai antara 0-180 dan kebanyakan wanita memperoleh 150-300. Otak yang ‘tersusun’ terutamabagi pemikiran maskulin biasanya bernilai dibawah 150. Semakin dekat pada nilai 0, semakin maskulin sifatnya, dan semakin tinggi juga kadar testosteron mereka. Orang-orang ini ,menunjukkan bahwa mereka memiliki logika, analitis, dan keterampilan lisan yang kuat dan cenderung untuk bersikap disiplin serta hidup teratur. Semakin mendekati 0, semakin baik juga mereka dalam merencanakan anggaran dan merencanakan penghasilan bagi data statistik, sama sekali tanpa pengaruh dari emosi mereka. Nilai-nilai dalam angka minus merupakan sifat yang maskulin. Nilai-nilai tersebut memperlihatkan bahwa banyak testosteron yang masuk pada awal usia perkembangan janin. Semakin rendah nilai bagi seorang wanita, semakin besar kecenderungannya untuk menjadi seorang lesbian.

Otak yang tersusun terutama bagi pemikiran wanita akan memperoleh nilai lebih tinggi dari 180. Semakin tinggi nilai, semakin jelas sifat feminin otak tersebut, dan semakin besar juga kemungkinan orang tersebut memiliki bakat kreatif, artistik dan musik. Pemilik otak ini akan membuat keputusan lebih berdasarkan intuisi atau perasaan, dan mampu dengan baik mengenali permasalahan dengan hanya mempergunakan sedikit data saja. Mereka juga handal dalam menyelesaikan masalah dengan menggunakan kreatifitas dan wawasan. Bagi seorang pria jika mendapatkan nilai lebih tinggi dari 180, maka semakin besar kecenderungannya untuk menjadi seorang gay (homoseksual).

Pria yang memperoleh nilai di bawah 0 dan wanita yang mendapat nilai di atas 300 memiliki otak yang sangat berlawanan, sehingga satu-satunya kesamaan mereka adalah bahwa mereka sama-sama hidup di planet yang sama!

Nilai antara 150-180 memperlihatkan kesesuaian pikiran dari kedua jender tersebut, atau memiliki kedua sifat jender. Orang-orang ini tidak memperlihakan kecenderungan pada salah satu jender pemikiran pria atau wanita dan biasanya menunjukkan sebuah keluwesan dalam berpikir sehingga dapat menjadi keuntungan penting bagi setiap kelompok jender yang menjalani sebuah proses pemecahan masalah. Mereka memiliki kecenderungan dapat menjadi teman baik bagi wanita ataupun pria.

Tesnya bisa dilihat disini

Written by Dardiri

May 21, 2008 at 7:18 AM

Posted in Lain-lain